History

MTs

MTs. Riyadush Sholihin Purworejo Klampok Banjarnegara dengan Nomor Statistik Madrasah: 121233040001 berada di bawah naungan Yayasan Riyadhush Sholihin yang selama ini komitmen bergerak pada bidang sosial, keagamaan dan pendidikan. Demi keberlangsungan dan menata keorganisasiannya, MTs Riyadush Sholihin dinaungi langsung oleh Pengurus Yayasan. Pengurus inilah yang bertugas merumuskan, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan di MTs. Riyadush Sholihin.

MTs. Riyadus Sholihin mulai berdiri pada tanggal 15 Agustus 1965. Untuk pertama kali dikelola oleh pendiri sekaligus pengurus Madrasah, yaitu: KH.Ahmad Juwahir, K.Jamil, K.Mochamad Mareh, KH.Nachdlori, H.M. Yunus, K.Dul Cholik,  K.Mudasir, K.Mochamad Hisyam, K.Abu Dahlan, dan Abu Darda.

Pada awal berdirinya tahun 1965 bernama SMINU (Sekolah Menengah Islam Nahdlatul Ulama), kemudian pada tahun 1967 mengalami perubahan nama menjadi M3NU (Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Nahdlatul Ulama), pada tahun 1971 berubah menjadi M3RS yaitu Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Riyadush Sholihin, Kemudian pada tahun 1979 berubah menjadi MTs. Riyadush Sholihin.

Status MTs. Riyadush Sholihin dimulai dari Terdaftar dengan Nomor WK/5.C/PP.003.1/3420/1994, meningkat menjadi Diakui dengan Nomor WK/5.A/PP.00.5/25/96 kemudian meningkat sesuai dengan kuantitas dan kualitasnya menjadi Disamakan dengan Nomor WK/MTs/049/2002.

Pada awal pendiriannya, siswa yang menjadi peserta didik hanya beberapa orang dari penduduk/ warga sekitar sekolah/ madrasah yang belajar dan mengaji. Tanah dan Bangunan yang digunakan pada awal berdirinya dengan Luas tanah 204 M2 merupakan milik KH. Ahmad Juwahir, kemudian tanah tersebut diwakafkan pada tanggal 1 Agustus 1994 dengan No. W.3/81/VIII/1994 sebagai Nadhir: Chairun, Suparmo dan Ramelan. Pada tanggal 3 Agustus 1994 memawakafkan Luas tanah 202 M2 dengan No. 2a/82/1994 sebagai Nadhir: KH. Ahmad Juwahir, Suparmo dan Kholid Efendi.

Peningkatan dan perkembangan madrasah tidak lepas dari peran Ulama, Pemerintah dan Masyarakat yang pernah berkunjung untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pengajian Akbar maupun pertemuan formal/ informal dalam rangka ulang tahun madrasah, kegiatan Ramadhan atau peringatan Hari Besar Islam. Lokasi sekolah/ madrasah yang heterogen dan strategis membuat Proses Belajar Mengajar menjadi dinamis dan dipenuhi dengan nilai toleransi yang sangat tinggi. Sikap ini tercermin tidak hanya pada perilaku sehari-hari namun juga pada muatan kurikulum dan ekstra kurikuler yang diberikan, baik untuk program ke-SMP/ MTs-annya lebih-lebih pada program kepesantrenannya. Ciri khas inilah yang tetap dipertahankan hingga kini, sehingga siapapun dan dari manapun dapat diterima sebagai siswa selama lulus dalam seleksi penerimaan.

Tenaga edukatif dan administrasi dimulai dengan sukarekawan dari warga sekitar, kemudian meningkat sesuai dengan perjalanan waktu sarana dan prasarana dapat merekrut dari berbagai sekolah/ madrasah maupun universitas/ perguruan tinggi termasuk alumni dari beberapa pesantren yang ada di Indonesia.

Materi yang diberikan kepada siswa/santri tidak lepas dari kurikulum yang sedang berlaku sesuai dengan ketetapan Dinas Pendidikan/ departemen agama, dengan penambahan jumlah jam pelajaran sesuai kebutuhan pada mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, disamping itupun diberikan muatan kurikulum MTs untuk program kependidikan agama seperti Al-Quran & Al-Hadits, Aqidah & Akhlak, Bahasa Arab, Ilmu Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam dilengkapi pula oleh pelajaran Komputer, Bahasa Jawa, olah raga, kesenian, ketrampilan dan kepramukaan sebagai ekstra kurikuler yang wajib diikuti siswa/santri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s